Login Form






Saya lupa passwordnya?
“Think Global, Act Local” Peringati Hari Guru Nasional, 1000 peserta hadiri KGI 2008 Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail

 

Image

 

Pada tanggal 27 November 2008 Kongress Guru Indonesia (KGI) dibuka secara resmi oleh Dirjen PMPTK Depdiknas, Dr. Baedowhi M.Si.; dengan Direktur SF TI Kenneth Cock di Balai Kartini, Jakarta. Kongres guru bertaraf internasional bertemakan “Think Global, Act Local” ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional.

 

KGI 2008 merupakan kongres guru nasional yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh Sampoerna Foundation Teacher Institute (SF TI) dan Depdiknas dengan dukungan dari berbagai perusahaan swasta.

 

Tahun ini, KGI mengundang 1000 guru dari seluruh Indonesia dan melibatkan 40 pembicara dari dalam maupun luar negeri untuk mengangkat tema ”Think Global Act Local”. Pembicara-pembicara yang terlibat sangat beragam mulai dari pengamat dan praktisi pendidikan terkenal seperti H.E Dr.Ediberto C.de Jesus mantan President of Southeast Asian Ministers of Education Council (SEAMO) ; Dr.Jonathan L. Parapak, M. Eng. Sc.,  Rektor Universitas Pelita Harapan; Prof. Dr. Libby Cohen, Professor Emerita, University of Southern Maine, USA; Andy Ragatz, Coordinator for Education Reform, World Bank Indonesia ; Prof. Dr. Edy Tri Baskoro, anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP); Prof. S. Gopinathan-Associate Dean, Centre of Research in Pedagogy and Practice NIE, NTU, Singapura; Jim Delit-Adjunct Senior Research Fellow (Honorary) University of South Australia dan Jillian Dellit Director of The Learning Federation Secretariat, Australia. 

KGI 2008 membahas metode belajar-mengajar secara global sebagai wujud nyata atas kepedulian sosial terhadap kualitas pendidikan, meningkatkan pemahaman toleransi dan keragaman bangsa demi mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan, serta peranan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dalam dunia pendidikan secara global.


Salah satu pembicara KGI 2008, Ediberto C.de Jesus menyatakan bahwa “Indonesia harus banyak belajar dari pengalaman bangsa lain dalam menciptakan kesamaan terhadap globalisasi pendidikan dengan cara menyiapkan solusi yang berbeda sesuai dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki”. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa, “Bertindak secara lokal harus diiringi dengan prioritasi, pencarian sumber daya dan solusi sesuai kebutuhan lokal, misalnya melalui proses yang berbeda atau sistem penjadwalan yang sesuai dengan nilai nilai bangsa. Indonesia membutuhkan definisi tersendiri atas kualitas pendidikan, dan menentukan cara yang paling tepat untuk mewujudkannya”. 

Pembicara lainnya, Libby Cohen, dalam makalahnya yang bertajuk Diversity, Dream, & Destiny menyatakan pentingnya pemahaman atas keragaman bangsa Indonesia sebagai individu dan tenaga pendidik. “Bhinneka Tunggal Ika merupakan motto bangsa Indonesia dan merupakan upaya pemersatu bangsa dari berbagai perbedaan dan persamaan yang dihadapi dalam era globalisasi.  Pemahaman atas hal ini memiliki peranan penting dalam proses belajar mengajar demi menyiapkan  calon pemimpin Indonesia dimasa depan”, jelas Libby.

Selain itu, KGI 2008 juga mengundang para kepala sekolah, guru, dan dosen Indonesia untuk menjadi pembicara. Makalah diseleksi oleh tim praktisi pendidikan dari SF TI. Dari lebih 100 makalah yang masuk, 10 makalah terpilih dan sesuai dengan tema KGI tahun ini serta yang dapat memberi inspirasi dan dapat ditiru oleh para guru lain di seluruh Indonesia.

KGI 2008 diselenggarakan pada hari Kamis-Jumat, 27-28 November 2008 di Balai Kartini Jakarta. KGI 2008 sangat berterima kasih atas dukungan berbagai pihak, baik para sponsor, media partner, individu ataupun lembaga pemerintahan yang telah berpartisipasi dalam Kongres Guru Indonesia 2008.

Kami  ingin berterima kasih kepada Exxon Mobil Indonesia (EMOI), Mobil Cepu Ltd., Astra Federal International Finance, ACE Insurance, Hero Tbk, Giant, Guardian, ABC Radio Australia, White Horse, HM Sampoerna, Credit Suisse, Plaza Senayan, Mal Taman Anggrek, Mal Arta Gading, Siloam Hospitals dan PT. Infokom Tekindo (TOSHIBA) atas semua dukungannya. Kami percaya dengan adanya dukungan dari para sponsor turut memberikan kesuksesan bagi kongres ini, sehingga dapat berkontribusi untuk perbaikan hasil pembelajaran untuk generasi muda Indonesia.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >