resiko sunat dewasa

Bagi masyarakat Indonesia, sunat bukan lagi menjadi suatu hal yang asing. Karena sunat kini sudah menjadi tradisi ataupun kebiasaan dari setiap masyarakat. Biasanya sunat akan dilakukan pada anak laki-laki di usia sekolah dasar, namun tidak menutup kemungkinan dilakukannya sunat dewasa bagi pria yang sudah tidak lagi berusia anak-anak.

Sunat sendiri merupakan prosedur yang dilakukan untuk menghilangkan atau membuang kulit penutup kepala penis atau yang disebut kulup. Para pria disarankan untuk melakukan sunat dengan tujuan mendapatkan manfaat-manfaat yang baik untuk kesehatan.

Organisasi kesehatan dunia WHO mengatakan bahwa salah satu manfaat sunat yang bisa dirasakan pria yaitu menurunnya resiko penularan HIV dan juga penyakit menular seksual.

Manfaat Sunat

Adapun berbagai manfaat sunat lainnya yang bisa didapat oleh pria yaitu penis jadi lebih mudah dibersihkan karena kulit penutup yang sudah dibuang ketika sunat, tidak mudah terserang infeksi saluran kemih, mencegah terjadi phimosis, kanker penis dan balanitis, dan menghindarkan pasangan dari resiko terkena kanker serviks.

Prosedur Sunat Dewasa

Prosedur sunat untuk pria dewasa biasanya dilakukan dengan teknik sunat laser atau menggunakan electric cauter, karena minimnya pendarahan yang akan dialami pasien dibandingkan dengan teknik konvensional. Pelaksanaan prosedur sunat ini biasanya tidak membutuhkan waktu yang lama. Sebelumnya, dokter akan memberikan bius lokal untuk Anda.

Setelah melakukan sunat, biasanya luka akan sembuh setelah 7 hari, namun bisa pula lebih lama. Hal ini dikarenakan lama penyembuhan luka yang berbeda tiap orang, namun biasanya memang akan lebih lama dibandingkan penyembuhan luka pada anak-anak.

Perawatan setelah sunat bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti ketika Anda merasa nyeri maka Anda bisa mengonsumsi pereda nyeri dan juga antibiotik, lalu gunakanlah pakaian yang longgar dan hindari celana yang terlalu ketat begitupun dengan celana dalam, selain itu jangan lupa membersihkan luka dengan hati-hati, biasanya perban akan dilepas satu atau dua hari setelah sunat, lalu jika Anda sudah diperbolehkan mandi, maka Anda bisa membersihkan area penis perlahan. Anda juga disarankan untuk tidak terlebih dulu melakukan hubungan seksual atau masturbasi selama 4 sampai 6 minggu setelah sunat.

Resiko Sunat Dewasa

Resiko yang mungkin saja terjadi pada pasien sunat dewasa yaitu seperti pendarahan ataupun infeksi. Namun hal ini jarang terjadi, hanya sekitar 1 dari 50 pasien sunat. Sunat yang dilakukan pada pria dewasa ini terbilang aman, namun bisa juga berisiko membuat luka pada penis, prostat, organ saluran kemih, pembuluh darah, ataupun saraf. Hal tersebut akan membuat Anda mengalami masalah saat buang air kecil ataupun melakukan hubungan seksual.

Selain itu, Anda bisa mengalami bengkak, nyeri panggul, ataupun mati rasa pada penis. Pada pria dewasa seringnya terjadi ereksi, bisa saja membuat jahitan sunat menjadi terbuka kembali. Untuk itu Anda harus menghindari aktivitas yang bisa merangsang Anda mengalami ereksi, sampai luka sunat benar-benar sembuh.

Meskipun resikonya terbilang rendah atau jarang terjadi, namun tetap saja sunat yang dilakukan pada pria dewasa akan lebih berisiko daripada sunat anak-anak. Untuk itu konsultasikan terlebih dulu pada dokter sunat agar Anda dapat mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk melakukan sunat tersebut.

Selain itu, lakukan sunat di rumah sakit atau klinik yang memang sudah terpercaya dan memiliki dokter sunat yang profesional dalam menangani sunat untuk pria dewasa. Karena biasanya kasus sunat yang dilakukan pada pria dewasa ini harus membutuhkan dokter yang memang sudah memahami prosedur tersebut.