| Digital Natives VS Digital Immigrants |
|
|
|
Friday, January 23 2009, 14:00 - 16:00 |
|
Hits : 972 |
|
Anak serta siswa kita tumbuh dalam perkembangan teknologi yang berkembang dengan cepat. Siswa dan anak-anak kita berpikir dan berbicara dengan cara yang berbeda. Dalam dunia teknologi masa kini kita para guru dan orang tua di ibaratkan sebagai 'pendatang' dalam dunia teknologi digital (Digital Immigrants) sementara para siswa dan anak-anak di jaman ini disebut sebagai para 'penduduk asli' di dunia digital (Digital Natives). Siswa serta anak-anak kita berkomunikasi dengan telepon selular (melalui suara dan pesan teks singkat), Email, Internet Messenger dan blog. Saat yang sama mereka bersosialisasi dengan situs jejaring sosial didunia maya seperti Friendster, my spaces dan Facebook.
Dengan demikian sebuah pertanyaan besat timbul "apakah siswa dan anak-anak sebagai 'penduduk asli di dunia digital', harus belajar dengan cara yang lama dan ketinggalan jaman ataukah guru dan orang tua yang merupakan 'pendatang di dunia digital' yang harus belajar dengan cara yang baru?”
TPSN kali ini akan membahas pertanyaan tersebut, hal lain yang juga yang akan menjadi pokok bahasan diskusi adalah apakah penggolongan tersebut mempengaruhi manajemen kelas anda, cara membuat kurikulum, dan rencana pembelajaran guru serta pendidik.
Tempat terbatas untuk 50 orang pendaftar pertama dimana satu sekolah dibatasi untuk 4 orang peserta. RSVP hubungi Sasti, Syeron atau Ibnu 021-577 2279 / 021-577 2275 ext. 7536-38
|
Lokasi: Sampoerna Strategic Square, North Tower Lt. 25 Jl. Jenderal Sudirman Kav. 45, Jakarta
Kontak: Sasti / Ibnu |
Phone: (021)577-2275 ext. 7536-38 Fax: (021) 5772276 Email: info.TI@sampoernafoundation.org sasti.purbasari@sampoernafoundation.org Website: http://www.sf-teacher.org/ Mailing list: sfti@yahoogroups.com
|